Powered By Blogger

selamat datang

selamat datang di blog saya mudah-mudahan bisa berguna untuk kita semua. amiiinnnnnnn

Cari Blog Ini

Rabu, 26 Mei 2010

SOSIOLINGUISTIK

SOSIOLINGUITIK


Kajian bahasa:

Internal : Lingusitik: mempelajari bahasa sebagai bahasa, bukan mempelajari siapa yang menggunakan bahasa. Berbeda dengan sosiolinguistik yang objek kajiannya adalah manusia.
Eksternal : Interdisiplin (ilmu bahasa dikaitkan dengan ilmu lain. Seperti, sosiologi (ilmu tentang kemasyarakatan), psikologi, antropologi, dan arkeolog.
Hasil kajian dari eksternal adalah hal-hal yang dipelajari di luar bahasa, seperti manusia, waktu, dan rempat).


Sosiolingustik adalah “ilmu yang bersifat interdisipliner dengan ilmu sosiologi, dengan objek penelitian hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor social di dalam suatu masyarakat tutur ( suatu masyarakat yang anggotanya setidak-tidaknya mengenal satu variasi bahasa beserta norma-norma yang sesuai dengan penggunaannya/sekelompok orang yang memiliki penggunaan, pemahaman, dan bahasa yang sama)”.
Penggunaannya adalah : bagaimana manusia memfungsikan bahasa dan bagaimana orang lain dapat terpengaruh dengan bahasa kita.

Kegunaan sosiolinguistik :
a) Teoritis : mengembangkan ilmu. Sumbangan bagi perkembangan sosiolinguitik.
b) Praktis : ada manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Sebab sosiolinguistik mempelajari tentang “siapa yang berbicara, apa yang dibicarakan, kepada siapa dia berbicara, kapan dan dimana pembicaraan itu berlangsung.
c) Dalam pengajaran bahasa di sekolah, sosiolinguistik juga mempunyai peran besar, yaitu kajian bahasa secara internal, akan menghasilkan bahasa sebagai objektif deskriptif dalam wujud sebuah buku “tata bahasa”, yang kesulitannya adalah bahwa ragam bahasa yang diajarkan adalah bahasa baku (formal) dan non baku (non formal).
d) Sebagai contoh konkret, seorang dosen bila berbicara dengan mahasiswanya di ruang kuliah akan menyebut dirinya sebagai kata ganti saya. Begitu pula dengan mahasiswanya, untuk menyapa mahasiswanya biasanya tidak menggunakan kata ganti kamu atau engkau, melainkan kata ganti andaatau saudara. Namun sang mahasiswa tidak boleh memanggil sang dosen dengan panggilan kamu, engkau anda, saudara, melainkan dengan panggilan bapak/ibu. Coba bayangkan jika kita tidak dapat mempergunakan bahasa sesuai dengan tempatnya? Wah, bisa gawat bukan?


Topik-topik umum dalam Sosiolinguistik :

a) Bahasa, dialek (ciri bahasa kelompok. Contoh : kelompok banjar memakai ciri-ciri bahasa banjar), idiolek (ciri perorangan. Setiap orang memiliki ciri tersendiri dalam berbicara), dan ragam bahasa (bahasa formal dan non formal).

b) Repertoar Bahasa (perbendaharaan dan kekayaan bahasa yang dimiliki. Maksudnya kita memiliki atau menguasai berbagai bahasa, baik itu bahasa daerah ataupun bahasa asing).
-competence: kemampuan, pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya.
-performance: perbuatan bahasa. Pemakaian secara bahasa.
-communicative competence: kemampuan bertutur atau kemampuan menggunakan bahasa sesuai dengan fungsi dan situasi serta norma-norma penggunaan bahasa dalam konteks sosialnya.

c) Masyarakat bahasa (sekumpulan masyarakat yang menggunakan bahasa yang lebih dari satu, baik itu bahasa daerah nya sendiri dan juga bahasa indonesia).

d) Kedwibahasaan (bahasa yang lebih dari satu), dan kegandabahasaan. Ini berkaitan dengan variasi bahasa, yaitu ragam bahasa yang pemakaiannya di sesuaikan dengan fungsi dan situasional tanpa mengabaikan kaidah-kaidah pokok yang berlaku dalam bahasa.

e) Sosiolinguistik. Contoh : Di kota Samarinda yang memiliki beragam bahasa daerah dan masyarakat pendatang membuat kota Samarinda menjadi tempat berkumpulnya masyarakat daerah di luar samarinda. Contoh :
-Wilayah “Air Putih” dan sekitarnya mayoritas adalah perkampungan atau masyarakat yang berbahasa “banjar”.
-Wilayah “Mugirejo” dan sekitarnya mayoritas berbahasa “jawa”. Dan lain sebagainya.

f) Bahasa dan kebudayaan: kebudayaan mencerminkan bahasa.


sumber: mata kuliah "SOSIOLINGUISTIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar