Powered By Blogger

selamat datang

selamat datang di blog saya mudah-mudahan bisa berguna untuk kita semua. amiiinnnnnnn

Cari Blog Ini

Rabu, 26 Mei 2010

HAKIKAT BAHASA

"HAKIKAT BAHASA"

Bahasa adalah system lambang bunyi yang arbitrer, produktif, dinamis, beragam, dan manusiawi. Berikut penjelasannya:

a) bahasa adalah sebuah system. Artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat di kaidahkan. Oleh karena itu lazim pula disebut “unik”, sebab memiliki cirri atau sifat khas yang tidak dimiliki oleh bahasa lain, dan universal, artinya memiliki ciri yang sama yang ada pada semua bahasa.
b) System itu berupa lambang-lambang dalam bentuk bunyi (bunyi ujar atau bunyi bahasa. Setiap lambing bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep. Contoh: lambing bahasa yang berbunyi [kuda] melambangkan konsep atau makna ‘sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai’ dan lain sebagainya. Maka dapat disimpulkan bahwa setiap satuan ujaran behasa memiliki makna. Jika ada lambing bunyi yang tidak bermakna, maka lambang bunyi itu tidak termasuk dalam system suatu bahasa. Dalam bahasa Indonesia satuan bunyi [kuda] adalah lambang ujaran karena memiliki makna, tetapi bunyi [akud] bukanlah lambang bunyi sebab tidak memiliki makna.
c) Lambang bunyi bersifat arbitrer, artinya hubungan antara lambing dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah, dan tidak dijelaskan mengapa lambang tersebut memaknai makna tersebut. Contoh: kata [kuda] dapat pula di sebut dengan sebutan [jaran] dalam bahasa Jawa, atau [horse] dalam bahasa Inggris. Selain arbitrer, bahasa juga bersifat konvensional, yaitu kesepakatan bersama dan mematuhi kaidah atau norma yang telah ditetapkan . contoh, manusia telah bersepakat bahwa [kuda] adalah binatang berkaki empat, jika orang memakai kata [akud], maka rusaklah komunikasi dan manusia tidak mengerti apa yang dimaksudkan.
d) Bahasa bersifat produktif: artinya dalam sejumlah unsure yang terbatas, namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas. Umpamanya, menurut kamus umum bahasa Indonesia susunan W.J.S Purwadarminta, bahasa Indonesia mempunyai kurang lebih 23.000 buah kata itu dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas.
e) Bahasa bersifat dinamis, perubahan kaidah yang dahulu berlaku, kini tidak berlaku lagi. sama halnya dengan ilmu pengetahuan, yang semakin bergantinya tahun, maka semakin banyak pula perubahan dan pembaharuan yang dialami oleh ilmu tersebut.
f) Bahasa itu beragam. Yaitu bahasa itu digunakan oleh oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang social dan kebiasaan yang berbeda, maka bahasa itu beragam.
g) Bahasa itu bersifat manusiawi. Hanya dimiliki oleh manusia. Hewan tidak memiliki bahasa. Yang dimiliki hewan sebagai alat komunikasi berupa bunyi atau gerak isyarat, tidak bersifat produktif dan tidak dinamis yang dikuasai secara instingtif atau secara naluriah. Padahal manusia memperolehnya dengan cara belajar.
Menurut pandangan sosiolinguistik bahasa itu juga mempunyai ciri sebagai “alat interaksi social dan sebagai alat mengidentifikasikan diri.



Fungsi-fungsi bahasa:

a) expression : apa yang ada dalam fikiran dan dituangkan dalam mengexspresikan tulisannya. Contoh : karya sastra, dan lain-lain.
b) Information : sebagai penyampai informasi.
c) Eksploration : mengolah fikiran ( bagian bahasa yang belum di ungkapkan).
d) Persuasion : bersifat mempengaruhi atau mengajak.
e) Entertainment : sebagai hiburan. Contoh : pembacaan puisi, bernyanyi, dan lain-lain.



Keistimewaan Bahasa Manusia:

Menurut pakar bahasa yang disarikan oleh Hockett dan Mc Neil, setidaknya ada 16 butir ciri khusus bahasa, yaitu:
1) bahasa itu menggunakan jalur vocal auditif. Banyak hewan, termasuk jangkrik, katak, burung yang system komunikasinya dapat didengar. Namun tidak semuanya mempunyai bunyi vocal. Katak dan orang utan juga mempunyai jalur vocal auditif, tetapi system komunikasinya itu tidak mempunyai 15 ciri lainnya yang dimiliki manusia.
2) Bahasa dapat tersiar ke segala arah tetapi penerimaannya terarah. Maksudnya bunyi bahasa yang diucapkan dapat di dengar di semua arah karena suara atau bunyi bahasa itu merambat melaui udara, tetapi penerima atau pendengar dapat mengetahui dengan tepat dari mana arah bunyi bahasa itu dating.
3) Lambang bahasa bunyi yang diucapkan itu cepat hilang setelah diucapkan. Oleh karena cepat hilangnya bahasa itu, maka sejak dulu orang berusaha melestarikan lambang bunyi bahasa ini dalam bentuk tulisan.
4) Partisipan dalam komunikasi bahasa dapat saling berkomunikasi. Artinya seorang penutur bisa menjadi seorang pengirim lambang dan dapat juga menjadi penerima lambang itu.
5) Lambang bahasa itu dapat menjadi umpan balik yang lengkap. Artinya pengirim lambang (penutur) dapat mendengar sendiri lambang bahasa itu.
6) Komunikasi manusia mempunyai spesialisasi. Maksudnya manusia tidak dapat berbicara tanpa harus mengeluarkan gerakan fisik yang mendukung proses komunikasi itu. Manusia dapat berbicara sambil mengerjakan sesuatu yang lain. Komunikasi manusia tidak memerlukan kekuatan fisik yang besar tetapi dapat memberi efek yang sangat besar.
7) Lambang bunyi adalah bermakna atau merujuk pada hal-hal tertentu. Contoh, kata [kuda] adalah hewan berkaki empat.
8) Hubungan antara keduanya disepakati oleh seluruh manusia.
9) Bahasa sebagai alat komunikasi dapat diisahkan menjadi kalimat, kata, morfem, dan fonem (bunyi).
10) Kita dapat menggunakan bahasa untuk suatu yang lalu, yang akan dating, atau yang berada di tempat jauh. Bahkan yang hanya dalam khayalan.
11) Bahasa bersifat terbuka. Artinya lambang-lambang ujaran baru dapat dibuat sesuai dengan keperluan manusia.
12) Kepandaian dan kemahiran untuk menguasai aturan-aturan dan kebiasaan-kebiasaan berbahasa manusia diperoleh dengan belajar, bukan melalui gen-gen yang dibawa sejak lahir.
13) Bahasa itu dapat dipelajari. Walaupun bahasa pertamanya adalah bahasa ibu (bahasa daerah) ia juga dapat mempelajari bahasa lain.
14) Bahasa dapat digunakan untuk menyatakan yang benar dan yang salah. Artinya bahasa juga dapat digunakan untuk berdusta.
15) Bahasa memiliki dua subsistem, yaitu bunyi dan makna. Umpamanya fonem (bunyi) /i/, /a/, /t/, dan /k/ dalam bahasa Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam unit yang mempunyai arti, seperti /kita/, /kiat/, /kati/, /ikat/, dan /kait/.
16) Cirri terakhir adalah bahasa itu dapat kita gunakan untuk membicarakan bahasa itu sendiri.






Sumber: mata kuliah "sosiolinguistik" semester III

Tidak ada komentar:

Posting Komentar